Skip to main content

Manusia dan Harapan

Manusia dan Harapan


Harapan

Manusia tanpa harapan berarti manusia itu mati dalam hidup.Orang yang mau meninggal masih mempunyai harapan berupa pesan-pesan kepada ahli waris.Harapan itu biasanya berdasarkan : pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan.Harapan harus berdasar kepercayaan terhadap diri sendiri dan Tuhan Yang Maha Esa.



Harapan berasal dari kata harap. Artinya supaya sesuatu yang terjadi atau sesuatu yang belum terwujud. Sedangkan harapan itu sendiri mempunyai makna sesuatu yang terkandung dalam hati setiap orang yang datangnya merupakan karunia dari Tuhan YME yang sifatnya terpatri dan sukar dilukiskan. Yang mempunyai harapan atau keinginan itu hati. Putus harapan berarti putus asa.

Persamaan harapan dan cita-cita

Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan yang maha esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Bila dibandingkan dengan cita-cita, maka harapan mengandung pengertian tidak terlalu muluk, sedangkan cita-cita pada umumnya perlu setinggi bintar.

Antara harapan dan cita-cita terdapat persamaan yaitu: keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud, pada umumnya dengan cita-cita maupun harapan orang menginginkan hal yang lebih baik atau meningkat.

Penyebab Manusia Mempunyai Harapan

  1. Dorongan kodrat
    Kodrat ialah sifat, keadaan, atau pembawaan alamiah yang sudah terjelma dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan. Dorongan kodrat menyebabkan manusia mempunyai keinginan atau harapan, misalnya menangis, tertawa, bergembira, sedih , dsb.
       
  2. Dorongan Kebutuhan Hidup
    Menurut Abraham Maslow, sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan manusia itu ialah :
  • Kelangsungan hidup (survival)
    Setiap dari kita selalu ingin survive dalam setiap keadaan. Meski sebagian orang lebih memilih untuk mengakhiri hidupnya meski sebenarnya kontrak hidupnya belum habis. Tapi, saya yakin itu hanya sebagian kecil saja.
  • Keamanan
    Rasa aman tidak harus diwujudkan dengan perlindungan yang nampak, secara moral pun orang lain dapat memberi rasa aman. Walaupun secara fisik keadaannya dalam bahaya, keyakinan bahwa Tuhan memberikan rasa perlindungan berarti sudah memberikan keamanan yang diharapkan.
  • Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai
    Tiap orang mempunyai hak dan kewajiban. Dengan pertumbuhan manusia maka tumbuh pula kesadaran akan hak dan kewajiban. Tapi, sebagai manusia yang berakal, kita harusnya mendahulukan kewajiban ketimbang hak. Termasuk dalam masalah “cinta”. Kalau kita ingin menuntut hak kita untuk dicintai orang tua kita, yaaa kita lebih dulu mencintai mereka, karena itu kewajiban kita.
  • Status
    Status dalam keluarga, status dalam masyarakat, dan status dalam negara. Status itu penting, karena dengan status orang tahu siapa diri kita.
  • Perwujudan cita-cita
    Pada dasarnya itu manusia mengembangkan bakat atau kepandaiannya agar ia diterima atau diakui kehebatannya.

Doa

Doa atau prārthanā (dalam bahasa Sansekerta) berasal dari dua kata ‘prā‘ dan ‘artha‘ yang artinya memohon dengan sungguh-sungguh. Dengan kata lain, berdoa artinya meminta sesuatu hal kepada Tuhan YME dengan kerinduan yang intensif.

Doa mencakup rasa hormat, cinta, permohonan dan iman/keyakinan. Melalui sebuah doa, seorang abdi/hamba Tuhan (Bhakta) mengungkapkan ketidakberdayaannya dan menyerahkan sikap pelaksanaan dari suatu pekerjaan kepada Tuhan YME. Menyerahkan sikap pelaksana kepada Tuhan YME berarti kita mengakui bahwa Tuhan membantu kita dan Ia yang menyelesaikan pekerjaan itu.

Doa adalah suatu alat penting dalam latihan spiritual secara umum di jalan spiritual Devosi/Pengabdian.

Doa adalah salah satu cara seorang hamba menyampaikan keinginan terhadap sesuatu atau hal apapaun yang ingin disampaikan Dan sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa.

Macam-Macam Doa

  1. Doa Ibadah
    Doa ibadah adalah untuk meraih apa yang diminta, menolak yang dibenci atau menyingkirkan bahaya dengan cara mengiklaskan ibadah hanya kepada-Nya saja.
     
  2. Doa permintaan.
    Doa permintaan adalah permohonan sesuatu yang bermanfaat bagi yang berdoa untuk mendapatkan manfaat atau menolak bahaya.
      
  3. Doa masalah
    Do'a untuk memohon sesuatu yang bermanfaat. Do'a yang memberi manfaat bagi pemohon atau terhindar dari bahaya atau meminta beberapa keperluan.


Kepercayaan

Berasal dari bahasa Latin Religere/religare artinya berhati-hati dan berpegang teguh pada aturan-aturan dasar.

Jadi kepercayaan atau religi berarti kecenderungan batin (rohani) manusia yang terikat dengan hal-hal yang gaib, suci(kekuatan alam), dan tabu.

Kepercayaan adalah suatu sikap yang ditunjukkan oleh manusia saat ia merasa cukup tahu dan menyimpulkan bahwa dirinya telah mencapai kebenaran.

Dalam tata bahasa Indonesia kepercayaan berasal dari kata dasar “percaya” mendapat imbuhan awalan “ke” dan akhiran “an”. Kata percaya menurut kamus bahasa Indonesia berarti:

  1. (Akan kepada) menganggap (mengakui, yakin) bahwa memang benar (ada dan sebagainya)
  2. (Akan, kepada) menganggap dengan pasti bahwa (jujur, kuat, baik dsb): mengharapkan benar atau memastikan (bahwa akan dapat memenuhi harapannya, dsb).


Kepercayaan dan usaha untuk meningkatkannya

  1. Kepercayaan pada diri sendiri
    Kepercayaan pada diri sendiri itu ditanamkan setiap pribadi manusia. Percaya pada diri sendiri pada hakekatnya percaya pada Tuhan Yang Maha Esa Percaya.
     
  2. Kepercayaan kepada orang lain
    Percaya kepada orang lain itu dapat berupa percaya kepada saudara, orang tua, guru, atau siapa saja. Kepercayaan kepada orang lain itu sudah tentu percaya ternadap kata hatinya, perbuatan yang sesuai dengan kata hati, atau terhadap kebenarannya. Ada ucapan yang berbunyi orang itu dipercaya karena ucapannya. Misalnya, orang yang berjanji sesuatu harus dipenuhi, meskipun janji itu tidak terdengar orang lain, apalagi membuat janji kepada orang lain.
      
  3. Kepercayaan kepada pemerintah
    Berdasarkan pandangan teokratis menurut etika, filsafat tingkah laku karya Prof. Ir. Poedjawiyatna, negara itu berasal dari Tuhan. Tuhan langsung memerintah dan memimpin bangsa manusia, atau setidak-tidaknya Tuhanlah pemilik kedaulatan sejati. Karena semua adalah ciptaan Tuhan. Satu-satunya realitas adalah negara). Manusia sebagai seorang (individu) tak berarti.


Daftar Pustaka

Dorongan Kodrat
spiritualresearchfoundation. Pengertian Doa.
Macam-Macam Doa

Comments

Popular posts from this blog

Manusia, Hakekat, Kepribadian dan Kebudayaan

Halo!  Saya, Helena, kembali lagi. Kali ini saya akan membahas tentang pengertian manusia, pengertian hakekat manusia, kepribadian bangsa timur, pengertian unsur-unsur kebudayaan, wujud kebudayaan, orientasi nilai budaya, perubahaan kebudayaan, juga kaitan manusia dan kebudayaan.

Siapa sih Suku Inggris itu?

Mengenal Negara Inggris Lebih Dalam, Yuk! Inggris, siapa yang tak mengenal negara yang satu ini? Inggris adalah salah satu negara maju yang memegang peranan penting di dunia baik dalam perekonomian, politik maupun budaya. Bahkan, bahasanya dilegalisasi dan diakui sebagai bahasa internasional. Dilihat dari sudut pandang geografis, Inggris terletak di benua Eropa, tepatnya di Eropa bagian barat. Secara astronomis, Inggris berada antara 500 LU - 600 LU da 80 BB - 20 BT, sehingga wilayahnya beriklim sedang dalam klasifikasi iklim matahari. Berkaitan dengan iklim di wilayahnya, negara yang dijuluki sebagai "Matahari Tak Pernah Tenggelam" karena memiliki wilayah jajahan di hampir setiap benua di dunia ini ternyata juga kaya akan keanekaragaman biosfer, dalam hal ini khususnya adalah penduduk yang mendiami wilayah Inggris Raya. 

Soal: Manusia dan Cinta Kasih

Soal: Manusia dan Cinta Kasih PG: 1. Perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas hanya untuk dia merupakan pendapat dari Dr. Sarwito W. Sarwono yaitu: A. Ketertarikan B. Keintiman C. Kemesraan D. Cinta kasih erotis 2. Kasih yang menjadi pelengkap dari kata cinta yang satu sama lain saling mengasihi dan menjaga hati dengan baik. tetapi cinta jangan dilaksanakan dengan: A.“Ingin” dan “Pantang menyerah” B.“Nafsu” dan “Gengsi” C.“Malu” dan “Putus asa” D.“Iri” dan “Ketagihan” 3. Cinta dalam agama Islam, bisa diartikan sebenarnya tidak boleh dikarenakan belum muhrim, karena dalam agama Islam belum boleh: A.Mencintai dan memiliki lawan jenis sebelum menikah B.Mencintai dan memiliki lawan jenis sesudah menikah C.Mencintai dan memiliki lawan jenis saat usia masih muda D.Mencintai dan memiliki lawan jenis sebelum berkeluarga 4. Emosi manusia yang muncul akibat melihat penderitaan orang lain merupakan pengertian dari: A.Kasih sayang B.Pemujaan C.Belas kasihan D.K...