Skip to main content

Teknologi dan New Media


Sebenarnya apa yang membuat new media disebut sebagai media yang baru? Seringkali kita merujuk media lama sebagai media massa yang terdiri atas radio, televisi, surat kabar, dan lain-lain yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Sebelum internet berkembang seperti sekarang, kita mendengarkan musik melalui radio atau kaset. Kita juga menonton jenis-jenis program televisi melalui televisi, menonton film kesukaan melalui VCR atau DVD di rumah, dan lain sebagainya. Media baru atau new media bagaimanapun juga bersifat lebih personal dan lebih sosial bila dibandingkan dengan media lama.

Dibandingkan dengan tataran praktis media baru yang telah berlangsung sepanjang perjalanan sejarah studi komunikasi, teori new media atau teori media baru sejatinya baru dirumuskan oleh para ahli pada kisaran tahun 1990an. Teori new media yang dikemukakan para ahli berpijak pada sejarah perkembangan teknologi komunikasi dan perkembangan alat komunikasi, sehingga kita dapat melihat bahwa teknologi media dan komunikasi telah bergeser dengan begitu cepat. Hal ini dikarenakan untuk mengkaji berbagai hal yang berkaitan dengan kehadiran media baru tidak dapat dilepaskan dari keberadaan media lama. Kajian media baru sendiri telah memperoleh tempatnya sebagai bagian dari teori komunikasi.

Untuk mengetahui bagaimana sebenarnya teori new media, kita ulas terlebih dahulu mengenai pengertian new media.


New Media
Istilah new media atau media baru sebenarnya telah digunakan sejak tahun 1960an yang merujuk pada penggunaan serta penerapan seperangkat teknologi komunikasi yang dikenal dengan dotcom mania, cyberspace, dan televisi interaktif. Istilah new media sendiri sulit untuk didefiniskan karena makna kata “new” atau “baru” yang sangat relatif. Kata “new” memerlukan permasalahan historis, sebuah kerangka kerja temporal dan spasial yang beresiko dalam membangun “yang baru” sebagai sebuah kulminasi serta pemenuhan “yang lama”.

New Media berasal dari 2 kata yaitu new yang berarti baru dan media yang berarti perantara. Jadi New Media merupakan sarana perantara baru yang dapat menyalurkan informasi dari sumber kepada penerima informasi. Istilah new media baru muncul di abad ke 20.

New Media menurut para ahli
Beberapa ahli menggambarkan new media sebagai transisi dari media yang menggunakan teknologi analog ke media yang menggunakan teknologi digital. Jadi, dapat dikatakan bahwa new media adalah media yang berbasiskan teknologi digital. Beberapa ahli lain lebih menekankan arti new media pada istilah “new” sebagai tanda keberlangsungan sejarah perkembangan media. Berikut adalah beberapa pengertian new media menurut para ahli : Lisa Gitelman dan Geoffrey B. Pingree, yang dimaksud dengan new media adalah semua media yang pada masa sebelumnya disebut sebagai “new media” dan media darurat yang dipandang sebagai media yang memiliki potensi maupun resiko.
Lievrouw dan S. Livingstone, mendefinisikan new media dengan cara menggabungkan teknologi informasi komunikasi beserta konteks sosial dan membawanya bersama tiga buah elemen yaitu alat-alat dan artefak komunikasi; kegiatan, praktis, dan penggunaan; dan organisasi sosial yang terbentuk di sekitar alat dan praktis.
Techencyclopedia, menyatakan new media sebagai bentuk berkomunikasi dalam dunia digital, termasuk didalamnya penerbitan elektronik pada CD-ROM, DVD, televisi digital dan yang paling signifikan adalah internet. New media memiliki implikasi digunakannya desktop dan computer. Sebagian besar perusahaan dalam industri komputer terlibat dalam new media dalam beberapa hal.
Ron Rice, mendefinisikan media baru adalah media teknologi komunikasi yang melibatkan komputer di dalamnya (baik mainframe, PC maupun Notebook) yang memfasilitasi penggunanya untuk berinteraksi antar sesama pengguna ataupun dengan informasi yang diinginkan.
Everett M. Rogers (dalam Abrar, 2003:17-18), merangkumkan perkembangan media komunikasi ke dalam empat era. Pertama, era komunikasi tulisan, Kedua, era komunikasi cetak, Ketiga, era telekomunikasi, dan Keempat, era komunikasi interaktif. Media baru adalah media yang berkembang pada era komunikasi interaktif.
McQuail, media baru adalah tempat dimana seluruh pesan komunikasi terdesentralisasi; distribusi pesan lewat satelite meningkatkan penggunaan jaringan kabel dan komputer, keterlibatan audiens dalam proses komunikasi yang semakin meningkat.

Latar Belakang
Ketika kita berbicara tentang new media maka tidak akan lepas dari media lama. Dalam artian, kelahiran dan perkembangan media baru diawali oleh kelahiran dan perkembangan teknologi media lama. Sejatinya, kehadiran media baru tidaklah menggantikan media lama, hanya saja berbagai varian media komunikasi kini telah hadir karena didukung adanya inovasi baru dalam teknologi komunikasi yang terus berkembang tanpa henti dan sangat cepat.

Hingga kini, masih kita temui surat kabar cetak atau radio serta televisi yang berasal dari media lama. Namun, perkembangan teknologi menuntut para organisasi media untuk berinovasi memanfaatkan kehadiran media baru guna lebih memperluas khalayak. E-paper adalah salah satunya. Begitu juga dengan radio streaming. Kesemuanya memanfaatkan internet untuk memperluas jangkauan siaran dan khalayak lebih luas lagi.

Gagasan era media kedua yang dicetuskan oleh Mark Poster adalah embrio bagi terwujudnya masyarakat informasi yang dapat dibenadakn dengan mudah dengan masyarakat media. Kajian media menjadi ambigu karena obyek studi yang telah dubuat lebih banyak didominasi oleh transformasi yang tengah terjadi. Terminologi media sendiri secara tradisional mengacu pada media massa yang dialamatkan pada sebuah studi komunikasi massa di Amerika Serikat. Namun kajian media dan kajian media komunikasi massa tidak lagi merujuk pada dinamika media penyiaran, namum telah memberikan pembatasan atau pembedaan terhadap era media pertama dan era media kedua (Holmes, 2005 : 7).

Era Media Pertama (First Media Age)
Istilah media pertama kali dicetuskan oleh Marshall McLuhan dalam Electronic Revolution Effects of New Media. McLuhan berpendapat bahwa revolusi elektronik yang terjadi pada dekade 1950an di Amerika Serikat telah memberikan dampak yang sangat besar. Revolusi elektronik yang diakibatkan oleh berbagai media telekomunikasi dan media massa televisi telah membawa struktur informasi simultan kepada masyarakat elektronik (Holmes, 2009 : 684). Hal ini disebabkan pada rentang tahun 1960an, era media dengan teknologi cetak mulai bergeser ke era media yang berteknologi elektronik. Selanjutnya, McLuhan berusaha untuk menjelaskan pemikirannya tentang implikasi penggunaan media elektronik secara luas. Ia menyatakan bahwa medium is the message (and the message). Dengan kata lain, bentuk media baru mentransformasi pengalaman dan masyarakat. Pengaruh yang terjadi sangatlah penting dibandingkan dengan isi pesan yang dikirimkan dalam bentuk pesan tertentu.

McLuhan menggunakan istilah global village untuk merujuk bentuk baru organisasi sosial yang tidak dapat dihindari sebagai sebuah media elektronik instan yang menyatukan seluruh dunia ke dalam sebuah sistem masyarakat sosial, politik, serta budaya yang besar. Terkait dengan hal ini, McLuhan lebih menekanakan pandangannya tentang berbagai permasalahan mikroskopik dengan dampak media terhadap indera kita dan dimana pengaruh itu mungkin terjadi. Pemikiran McLuhan itu dapat diterima oleh industri media namun juga mendapat kritikan dari berbagai pihak. Namun, Everett M. Rogers sebagai pencetus teori difusi inovasi memiliki pendapat lain bahwa perspektif McLuhan layak memperoleh perhatian lebih oleh para peneliti komunikasi massa khususnya mereka yang tertarik mempelajari media baru lebih lanjut.

The First Media Age atau era media pertama atau disebut juga dengan era media penyiaran memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
Produksi yang terpusat atau dari satu orang ke banyak orang.
Komunikasi satu arah.
Sebagian besar media cenderung dikontrol oleh Negara.
Reproduksi stratafikasi sosial dan ketidaksetaraan melalui media.
Partisipan terfragmentasi dan terbentuk sebagai massa.
Mempengaruhi kesadaran.

Dalam teori era media pertama dikenal adanya pendekatan integrasi sosial. Pendekatan intergasi sosial adalah sebuah pendekatan dalam teori era media pertama yang menekankan transmisi informasi yang mengurangi kemungkinan terjadinya interaksi. Beberapa media dianggap berperan sebagai media informasi dan karenanya memiliki fungsi memediasi antara kenyataan dan konsumen.

Era Media Kedua (Second Media Age)
Meskipun pengamatan yang telah dilakukan oleh McLuhan tentang globalisasi media dan konvergensi media telah membentuk beberapa dasar bagi penelitian new media, revolusi yang menginspirasi perhatian teori new media kontemporer dapat ditemukan dalam penelitian era media elektronik kedua yang didasarkan pada interaktifitas. Kelahiran dan perkembangan internet sebagai media komunikasi yang dimulai pada pertengahan tahun 1990an telah memunculkan berbagai pemikiran baru dari para ahli salah satunya adalah Mark Poster.

Pada tahun 1990, Mark Poster mempublikasikan sebuah buku yang berjudul The Second Media Age yang menggambarkan dimulainya periode baru dalam teknologi interaktif dan komunikasi jaringan, khususnya internet, yang berkontribusi dalam membentuk masyarakat baru. Gagasan era media kedua yang telah dikembangkan pada tahun 1980an menandakan adanya perubahan penting dalam teori media. Salah satunya adalah hilangnya konsep media dari komunikasi massa ke dalam berbagai bentuk media yang memiliki ruang lingkup sangat luas namun lebih personal.

Selain itu, konsep yang menggambarkan penggunaan media yang mencakup informasi dan pengetahuan yang bersifat individual ke bentuk interaktif. Kemudian, tesis era media kedua membawa teori media dari ketidakjelasan relatif di tahun 1960an ke popularitas terbaru di tahun 1990an dan setelahnya. Media kembali menemukan kekuatannya di dalam dirinya termasuk timbulnya minat baru dalam karakteristik penyebarluasan dan media penyiaran.

Sementara itu, era media kedua atau disebut juga dengan era media interaktif memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
Desentralisasi.
Komunikasi dua arah.
Menghindari adanya kontrol yang dilakukan oleh Negara.
Demokratisasi, memfasilitasi warga Negara.
Partisipan terlihat mempertahankan individualitas mereka.
Mempengaruhi pengalaman individu tentang ruang dan waktu.

Di akhir tahun 1990an, era media kedua telah menjadi semacam ortodoks yang mendukung teori media baru dan pengembangan studi internet dan kajian cyber. Teori media baru mengalihkan sebagian besar perhatiannya pada ontologi media digital sebagai ciri khas yang akan menggantikan masa emas era media kedua.

Dalam teori era media kedua juga dikenal adanya pendekatan interaksi sosial dimana media baru digambarkan memiliki karakteristik yang lebih interaktif dan menciptakan sensasi baru dalam komunikasi personal. Salah satu ahli yang dikenal memiliki sudut pandang seperti ini adalah Pierre Levy. Ia memandang World Wide Web adalah sebagai lingkungan informasi yang terbuka, fleksibel, dan dinamis. World Wide Web memungkinkan manusia untuk mengembangkan sebuah orientasi baru untuk memperoleh pengetahuan dan karenanya World Wide Web bersifat lebih interaktif dan berbasis pada komunitas. Internet menyediakan tempat pertemuan virtual yang memperluas dunia sosial, menciptakan kemungkinan baru bagi pengetahuan, dan menyediakan ruang untuk berbagi perspektif tentang dunia web (LittleJohn, 2011 : 292).

Lebih lanjut Littlejohn menyatakan bahwa new media tidaklah sama dengan interaksi tatap muka namun dikatakan bahwa new media menyediakan bentuk baru interaksi yang membawa kita pada kontak personal yang dalam media lama tidak dapat dilakukan. Terdapat beber apa pendapat yang menyatakan bahwa new media lebih bermedia dibandingkan dengan pemikiran sebelumnya, new media memiliki kekuatan serta keterbatasan, kekurangan dan kelebihan, serta dilema.


Teori Ritual
Suatu pendekatan telah dikembangkan oleh para ahli terkait dengan digitalisasi dan konvergensi sebagai inti teori media baru. Pendekatan ritual menawarkan sebuah penjelasan mengapa media massa yang lain seperti surat kabar, televisi, dan buku tidak mengalami penurunan dalam menghadapi tren sebagai akibat hadirnya internet.

Pendekatan ritual menggali bagaimana dan mengapa orang berinteraksi melalui media komunikasi. Pendekatan ini juga menunjukkan bahwa keterikatan pada media tidak hanya didorong oleh efisiensi dan kontrol terhadap media sebagaimana yang didorong oleh para ahli teori era media kedua. Sebaliknya, keterikatan pada media, baik media baru maupun media lama, memberikan keteguhan yang mungkin diraakan individu untuk dicapai dalam hubungan tatap muka dan area lain dalam kehidupan sehari-hari.



Pandangan terhadap new media
Pandangan terhadap new media dapat berpengaruh positif dan negatif. Berpengaruh positifnya info dari media sangat mudah dan sangat cepat,dapat di akses di mana pun serta mendapatkannya sangat lah murah. Pengaruh negative new media terhadat manusia adalah info dari media tersebut tanpa batas dan dapat masuknya budaya luar melalui media baru ini,jika tidak di dasarkan kepada ilmu pengetahuan maka akan menimbulkan hal-hal yang negative terhadap masyarakat.


Manfaat New Media
Arus informasi yang dapat dengan mudah dan cepat diakses dimana saja dan kapan  saja
Bisa digunakan sebagai media transaksi jual beli
Sebagai media hiburan contohnya game online, jejaring sosial, streaming video dll.
Sebagai media komunikasi yang efisien kita dapat berkomunikasi dengan orang yang berada jauh sekalipun, bahkan bertatap muka dengan video conference

Dampak Buruk
– Terbukanya informasi menimbulkan kemungkinan pencurian data pribadi. Hal ini biasa dilakukan hacker dengan tujuan-tujuan tertentu.
– Virus. Terbukanya arus informasi dan komunikasi juga dapat membawa virus yang berkedok aplikasi dengan mudah menyebar.
– Rasa ketagihan berlebihan, contohnya pada saat bermain game online atau jejaring social.


Dalam Bidang Sosial
Dalam bidang ini banyak menyita perhatian masyarakat misalnya saja berbagai macam jejaring sosial yang sekarang di minati masyarakat seperti facebook, twitter, skype, yahoo messenger, my space, hello dll. Dengan menggunakan jejaring sosial ini dengan mudah dapat menjalin komunikasid dengan semua user dibelahan dunia manapun.

Dalam Bidang Industri/Dagang
Dalam bidang ini memudahkan bagi siapa pun yang ingin menawarkan/mempromosikan produk tertentu sehingga tidak susah susah untuk membuka toko dan promosi langsung didepan konsumen, melalui new media pedagang dapat mempromosikan produk nya melalui membuka online shop, bisa melalui facebook, twitter atau kaskus.

Dalam Bidang Pendidikan
Dalam bidang ini sangat memudahkan bagi pelajar maupun pengajar dalam mendapatkan materi yang di inginkan. Bisa melalui search engine kita bisa mendapatkan segala informasi, atau dengan fasilitas E-book, fasilitas email juga bisa membantu dalan proses mengerjakan tugas atau saling tukar informasi.

Dalam Bidang Lowongan Kerja
Dalam bidang ini bagi yang ingin mencari pekerjaan cukup searching di internet lalu mendaftar secara online bahkan bisa mengikuti tes masuk secara online juga, tidak perlu lagi susah payah datang dari kantor ke kantor.

Komponen new media
Pada new media ada beberapa komponen seperti Pembuat,penyalur dan pemakai juga media yang digunakan  agar dapat berhubungan dengan new media,diantaranya adalah sebagai berikut:
Produsen, merupakan orang yang menciptakan wadah atau sarana new media itu sendiri komponen ini berperan sebagai pencipta atau pembentuk new media.
Distributor, adalah sebuah perantara yang menghantarkan sarana media atau bisa disebut media yang berfungsi mengahantarkan pemakai untuk memakai sarana itu sendiri.
Konsumen, adalah orang yang berperan sebagai konsumen sebuah sarana media atau new media yang berfungsi untuk memakai new media.

Internet & Web
Personal Komputer (PC) / Notebook
DVDs (Digital Versatile Disc or Digital Video Disc)
VCDs (Compact Discs)
Portable Media Player.
Mobile Phone.
Video Game/ Game Computer.
Virtual Reality.


Aplikasi New Media
Aplikasi dalam Bidang Produksi
Penggunaan aplikasi ini digunakan untuk merancang dan merakayasa suatu produk misalnya alat-alat elektronik dan mesin bahkan dapat pula digunakan untuk memonitor dan mengontrol proses produksi  dan berkembang menuju ke sistem manufaktur terintegrasi berbasisi multimedia.

Aplikasi Multimedia dalam Bidang Kesehatan
Dalam bidang kesehatan, multimedia dapat mendukung pelayanan dan fasilitas sistem kesehatan, ilmu kesehatan, kantor pendidikan medis, perpustakaan ilmu kesehatan dan fotografi medis serta pelayanan produksi median
Aplikasi Multimedia dalam Bidang Pendidikan
Dalam bidang ini sangat memudahkan bagi pelajar maupun pengajar dalam mendapatkan materi yang di inginkan. Bisa melalui search engine kita bisa mendapatkan segala informasi, atau dengan fasilitas E-book, fasilitas email juga bisa membantu dalan proses mengerjakan tugas atau saling tukar informasi.
Aplikasi Multimedia dalam Bidang Kesehatan
Dalam bidang kesehatan, multimedia dapat mendukung pelayanan dan fasilitas sistem kesehatan, ilmu kesehatan, kantor pendidikan medis, perpustakaan ilmu kesehatan dan fotografi medis serta pelayanan produksi median

Jejaring Sosial
Contoh aplikasi new media dalam bidang jejaring sosial yaitu facebook, twitter, yahoo messenger, my space, skype dll. Aplikasi ini sangat mudah digunakan bagi masyarakat, fasilitas di jejaring sosial ini adalah bisa updates status, upload photo, video call dll. Kelebihan new media seperti ini adalah biaya murah, cepat dan mudah.

Online Shop
Produk produk sekarang dengan mudah bisa dipromosikan melalui online shop yang sudah sangat banyak tersebar didunia maya, masyarakat bisa membuat online shop melalui facebook, twitter, blog, website, ataupun kaskus yang bisa menarik perhatian konsumen secara cepat.

Informasi/Pendidikan
Untuk mencari segala informasi maupun berita yang terkini, dengan adanya new media yaitu biasa menggunakan aplikasi seperti wikipedia, google, televisi analog ataupun website website lain nya.

Beberapa contoh aplikasi didalam internet yang mengembangkan new media, yaitu :
Google, Altavista, Yahoo dan website sejenisnya yang merupakan aplikasi pencarian sejumlah kata yang terdapat didalam website untuk mencari berita.
CNN, BBC, Detik, Okezone dan berbagai website sejenisnya yang dibuat untuk memberikan berita secara cepat sebagai pengganti koran/majalah.
Youtube, seleb.tv, metacafe dan website sejenisnya yang menyediakan layanan membagikan video atau menampilkannya sebagai sarana hiburan dan berita secara audio visual.
Twitter, Facebook, Friendster dan website sejenisnya yang menyediakan layanan mini blog dan social network sebagai sarana komunikasi langsung yang sengaja dibagikan kepata publik.
BSE, e-dukasi.net, ilmukomputer,com yang menyediakan layanan pendidikan secara online berupa pembahasan-pembahasan materi pendidikan dan ada yang menyediakan buku elektronik (e-book).
Dan sebagainya.


Contoh & Jenis-Jenis Media Baru
Ungkapan media baru dalam kaitannya dengan bentuk media “lama”, seperti surat kabar cetak dan majalah, yang merupakan representasi statis dari teks dan grafik.

Media baru meliputi:
Situs web dan blog
Streaming audio dan video
Ruang obrolan (Chat room)
Posel/Surel (e-mail)
Komunitas online
Media sosial dan platform berbagi
Aplikasi seluler (Mobile apps)
Iklan web
Media DVD dan CD-ROM
Lingkungan realitas virtual
Integrasi data digital dengan telepon, seperti telepon internet
Kamera digital
Laman Southeastern Universtity menyebutkan lima jenis media baru yang menggambarkan evolusi media baru.

1. Blog
Blog adalah bentuk populer dari Media Baru. Meskipun blog adalah bentuk awal dari media baru, mereka masih relevan dan berbagi beberapa karakteristik dari jenis media baru terbaru. Informasi dalam blog mudah diakses dan dicari, dan semuanya biasanya diatur secara alami. Misalnya, posting blog sering bersarang di bawah kategori, dan pengguna dapat menavigasi posting dengan kategori atau tag tertentu atau melalui pencarian. Seperti bentuk media baru lainnya di mana konten diposting – seperti surat kabar online dan beberapa platform media sosial – entri sering berisi media campuran seperti foto dan video yang sesuai dengan teks. Blog juga dapat bersifat interaktif, meskipun ada beberapa perbedaan. Sebagai contoh, jenis liputan berita paling populer untuk blog adalah politik dan peristiwa luar negeri, menurut Pusat Penelitian Pew. Namun, terlepas dari blogger politik, sebuah studi dalam Jurnalisme menemukan “kebanyakan jurnalis berusaha untuk tetap menjadi penjaga gerbang bahkan dalam format yang sangat interaktif dan partisipatif ini”.

2. Realitas Virtual
Teknologi realitas virtual (virtual realty) mensimulasikan lingkungan bersama dengan kehadiran fisik dan pengalaman indera pengguna. Umumnya, pengguna mengalami realitas virtual melalui headset khusus atau di layar komputer. Tampaknya, aplikasi tanpa batas untuk realitas virtual ada. Dalam realitas virtual, pengguna dapat bersepeda melintasi Himalaya, mempertimbangkan membeli real estat yang belum dibangun, melihat film 360 derajat atau kereta api sebagai penembak jitu. Semua realitas virtual memberikan pengalaman yang sangat interaktif dan mendalam yang menempatkan pengguna dalam lingkungan yang nyata atau fiksi. Beberapa orang mengatakan, tingkat pencelupan realitas maya yang tak tertandingi memenuhi syarat sebagai “media pamungkas” di media baru, menurut profesor Özhan Tingöy dan Barbaros Bostan. Realitas virtual mungkin siap untuk menjadi masa depan media baru. Perusahaan media dan hiburan berinvestasi dalam realitas virtual dan berencana untuk menjadi platform hiburan berikutnya, kata The New York Times. Realitas virtual dapat mengubah jurnalisme dan cara audiens melihat dan terlibat dengan berita dari seluruh dunia, TechRepublic menjelaskan.

3. Media sosial
Media sosial (social media) berpusat pada menciptakan, berbagi, dan bertukar informasi, ide, dan konten di jaringan dan komunitas online. Media sosial yang sangat interaktif adalah bentuk media baru yang sangat bergantung pada partisipasi pengguna untuk memberikan nilai. Berbeda dengan bentuk-bentuk media baru seperti realitas virtual, media sosial adalah hal biasa. Menurut temuan survei terhadap 170.000 pengguna internet oleh GlobalWebIndex, rata-rata pengguna online menghabiskan 1,72 jam per hari di platform sosial. Jaringan sosial mengkonsumsi sekitar 28 persen dari semua aktivitas online. Masa depan media sosial kemungkinan terkait dengan bentuk-bentuk media baru lainnya. Sebagai contoh, majalah Inc. melihat teknologi seperti augmented dan virtual reality, video langsung dan integrasi foto dan bercerita sebagai bagian dari masa depan media sosial jangka pendek.

4. Surat Kabar Online
Surat kabar daring (online news paper) dianggap media baru karena banyak alasan yang sama dengan blog. Surat kabar online memadukan berbagai jenis media dan mudah diakses dan dicari. Pengguna juga dapat berinteraksi dengan beberapa surat kabar online melalui fitur komentar. Surat kabar online – bersama dengan media sosial dan bentuk media baru lainnya – adalah bagian utama mengapa surat kabar tradisional beralih ke bentuk digital.

5. Game Digital
Game digital adalah bagian dari budaya media sehari-hari dan jenis media baru yang unik. “Game digital dan dunia game membuka ruang budaya sendiri, dan, tidak seperti media baru dan lingkungan virtual lainnya, ruang ini dibingkai sebagai ‘main-main’ sejak awal,” tulis Johannes Fromme dan Alexander Unger dalam buku Computer Games and New Media Cultures. Game digital juga patut diperhatikan karena cara mereka membangun interaksi dan komunitas. Menurut The New Media Consortium’s 2014 K–12 Horizon Report, “Industri ini menghasilkan aliran permainan yang stabil yang terus memperluas sifat dan dampaknya – mereka dapat bersifat artistik, sosial dan kolaboratif, dengan banyak yang memungkinkan sejumlah besar orang dari seluruh dunia untuk berpartisipasi secara bersamaan”. Menrut Entertainmet Software Association, lebih dari setengah dari gamer yang paling sering bermain dengan yang lain, dan sekitar setengahnya merasa bahwa gim video membantu mereka terhubung dengan teman dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Jenis permainan tertentu menunjukkan kemungkinan media baru. Game bermain peran online multipemain yang masif membenamkan gamer di dunia virtual yang dibangun di atas interaksi sosial – dan “dunia artifisial ini memiliki struktur, budaya, etos, ekonomi, dan politik mereka sendiri,” tulis Tingöy dan Bostan. Contoh lain adalah bagaimana layanan streaming video game langsung meningkat popularitasnya. Tren ini telah mengarah pada olahraga baru yang sah yang disebut “e-sports,” atau video game sebagai olahraga penonton profesional, lapor The Economist.

Manfaat Mempelajari Teori New Media
Mempelajari teori new media dapat memberikan berbagai macam manfaat, diantaranya adalah :
Kita memahami pengertian new media
Kita memahami latar belakang pembeda era media pertama dan era media kedua
Kita memahami teori media beserta karakteristik yang menyertainya
Kita memahami teori era media kedua beserta karakteristik yang menyertainya


Demikianlah ulasan singkat tentang teori new media. Semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita tentang perkembangan teknologi komunikasi khususnya terkait dengan teori new media.



Daftar Pustaka
https://pakarkomunikasi.com/teori-new-media
https://shaktidarikhwan.wordpress.com/2014/09/29/new-media-definisi-pandangan-manfaat-komponen-aplikasi-dan-menganalisa-serta-menjelaskan-fitur-dari-new-media/
https://hakkajiten.wordpress.com/internet-dan-new-media/pengertian-new-media/
https://romeltea.com/media-baru-pengertian-dan-jenis-jenisnya/

Comments

Popular posts from this blog

Manusia, Hakekat, Kepribadian dan Kebudayaan

Halo!  Saya, Helena, kembali lagi. Kali ini saya akan membahas tentang pengertian manusia, pengertian hakekat manusia, kepribadian bangsa timur, pengertian unsur-unsur kebudayaan, wujud kebudayaan, orientasi nilai budaya, perubahaan kebudayaan, juga kaitan manusia dan kebudayaan.

Siapa sih Suku Inggris itu?

Mengenal Negara Inggris Lebih Dalam, Yuk! Inggris, siapa yang tak mengenal negara yang satu ini? Inggris adalah salah satu negara maju yang memegang peranan penting di dunia baik dalam perekonomian, politik maupun budaya. Bahkan, bahasanya dilegalisasi dan diakui sebagai bahasa internasional. Dilihat dari sudut pandang geografis, Inggris terletak di benua Eropa, tepatnya di Eropa bagian barat. Secara astronomis, Inggris berada antara 500 LU - 600 LU da 80 BB - 20 BT, sehingga wilayahnya beriklim sedang dalam klasifikasi iklim matahari. Berkaitan dengan iklim di wilayahnya, negara yang dijuluki sebagai "Matahari Tak Pernah Tenggelam" karena memiliki wilayah jajahan di hampir setiap benua di dunia ini ternyata juga kaya akan keanekaragaman biosfer, dalam hal ini khususnya adalah penduduk yang mendiami wilayah Inggris Raya. 

Soal: Manusia dan Cinta Kasih

Soal: Manusia dan Cinta Kasih PG: 1. Perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas hanya untuk dia merupakan pendapat dari Dr. Sarwito W. Sarwono yaitu: A. Ketertarikan B. Keintiman C. Kemesraan D. Cinta kasih erotis 2. Kasih yang menjadi pelengkap dari kata cinta yang satu sama lain saling mengasihi dan menjaga hati dengan baik. tetapi cinta jangan dilaksanakan dengan: A.“Ingin” dan “Pantang menyerah” B.“Nafsu” dan “Gengsi” C.“Malu” dan “Putus asa” D.“Iri” dan “Ketagihan” 3. Cinta dalam agama Islam, bisa diartikan sebenarnya tidak boleh dikarenakan belum muhrim, karena dalam agama Islam belum boleh: A.Mencintai dan memiliki lawan jenis sebelum menikah B.Mencintai dan memiliki lawan jenis sesudah menikah C.Mencintai dan memiliki lawan jenis saat usia masih muda D.Mencintai dan memiliki lawan jenis sebelum berkeluarga 4. Emosi manusia yang muncul akibat melihat penderitaan orang lain merupakan pengertian dari: A.Kasih sayang B.Pemujaan C.Belas kasihan D.K...